Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 03 September 2010

Asumsi apa yang diperlukan berkaitan dengan jumlah modal yang akan ditingkatkan


Untuk mencapai dalam memaksimalkan modal, manajer keuangan harus dapat menilai struktur modal perusahaan dan memahami hubungan dengan resiko, hasil atau pengembalian, dan nilai. Beragam faktor yang mempengaruhi biaya modal sebuah perusahaan. Beberapa diantaranya, seperti tingkat suku bunga, kebijakan moneter, dan perpajakan dan lingkungan hukum suatu negara, berada di luar kendali perusahaan. Namun begitu, kebijakan-kebijakan pendanaan dan investasi perusahaan, khususnya jenis-jenis modal yang digunakan dan jenis-jenis proyek investasi yang dilaksanakan, akan memberikan dampak yang cukup dalam pada biaya modalnya. Selain faktor ekternal, faktor di dalam perusahaan juga berpengaruh. Berkaitan dengan modal, sumber modal dapat dari utang jangka panjang, yang memiliki jatuh tempo lima sampai 20 tahun, selin itu ada yang berasal dari saham preferen yang merupakan gabungan antara saham biasa dan obligasi. Dan saham biasa, dimana di kategorikan atas saham kelas A dan saham kelas B. Saham kelas A dijual ke publik dan membayar dividen, saham kelas B dimilki oleh pemilik perusahaan tersebut. Dividen dibayar jika laba perusahaan telah sesuai yang ditargetkan. Asumsi yang digunakan berkaitan dengan jumlah modal yang ditingkatkan berhubungan dengan :
  1. Metode pemulihan didefinisikan sebagai jumlah tahun yang dibutuhkan untuk menutup biaya proyek. Metode pemulihan reguler mengabaikan arus kas yang berada di luar periode pemulihan, dan metode ini tidak mempertimbangkan nilai waktu dan uang.
  2. Metode pemulihan yang di-diskontokan adalah metode mempertimbangkan nilai waktu dari uang, tetapi mengabaikan arus kas diluar periode pemulihan.
  3. Tingkat pengembalian internal (IRR) didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang membuat NPV proyek sama dengan nol. Proyek akan diterima jika IRR lebih besar daripada biaya modal.
  4. Metode nilai sekarang bersih (NPV) mendiskontokan semua arus kas pada biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan semua arus kas tersebut. Proyek akan diterima jika NPVnya adalah positif. Metode NPV maupun IRR lebih baik  dari metode diskonto, tetapi NPV lebih baik dibandingkan IRR.
  5. Metode IRR yang dimodifikasi (MIRR) memperbaiki beberapa masalah yang timbul dengan IRR reguler MIRR melibatkan nilai terminal dari arus kas masuk, yang dimajemukkan pada biaya modal perusahaan, dan kemudian menentukan tingkat diskonto yang membuat nilai sekarang dari nilai terminal sama dengan nilai sekarang arus kas keluar.
  6. Post-Audit, membandingkan hasil aktual terhadap hasil yang diprediksikan dan kemudian menentukan mengapa perbedaan ini terjadi. Ini berhubungan dengan manager berpengalaman.



Asumsi tersebut dipengaruhi oleh faktor diluar perusahaan seperti:
  1. Tingkat suku bunga, Jika suku bunga dalam perekonomian meningkat, maka biaya utang juga akan meningkat, selain itu suku bunga yang lebih tinggi juga meningkatkan biaya modal ekuitas saham.
  2. Tarif pajak, perpengaruh terhadap biaya modal.

* Faktor yang seharusnya perusahaan pertimbangkan apakah penginvestasian untuk proyek sekarang atau menunggu
Salah satu metode dalam menentukan kebijakan investasi adalah dengan melihat faktor-faktor sebagai berikut:
1.      Liquidity, Dapat dicairkan dalam waktu singkat tanpa ada pengurangan investasi awal
2.      Anti inflation, Menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang
3.      Capital growth, Lebih mengutamakan penambahan/perkembangan pada modal
4.      Principal protection, Menhindari resiko berkurangnya modal selama masa investasi
5.      Ease of management, Menghindari keputusan dan pemantauan harian

Selain faktor pasar juga harus diperhatikan faktor
  1. Tingkat bunga bank, Jika suku bunga dalam perekonomian meningkat, maka biaya utang juga akan meningkat, selain itu suku bunga yang lebih tinggi juga meningkatkan biaya modal ekuitas saham.
  2. Nilai tukar Dollar terhadap Rupiah. Ini akan meningkatkan biaya modal perusahaan terhadap pengadaan barang dan jasa.
  3. Pengaruh inflasi harus dipertimbangkan dalam analisis proyek. Prosedur terbaik adalah melibatkan inflasi secara langsung ke dalam estimasi arus kas.
  4. WACC (weighted average cost of capital) perusahaan dibuat skala naik atau turun untuk setiap divisi untuk menggambarkan struktur modal divisi dan karakteristik resikonya. 
  5. Estimasi arus kas  sebaiknya secara eksplisit memperhitungkan semua pilihan riil yang melekat di dalam proyek.Dan rasio resiko yang relevan yang digunakan untuk penyesuaian estimasi biaya modal divisional.
  6. NPV masing-masing proyek kemudian ditentukan menggunakan biaya modal yang disesuaikan dengan resiko. Anggaran modal yang optimal terdiri atas seluruh proyek indenpenden dengan NPV positif ditambah proyek-proyek yang saling eksklusif  dengan NPV paositif yang paling tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar